Tampilkan postingan dengan label makalah kampus. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label makalah kampus. Tampilkan semua postingan

contoh proposal

STRATEGI KOMUNIKASI PELAYANAN JASA DALAM MENYAMBUT VISIT BANDA ACEH YEARS 2011
Latar Belakang Masalah
Komunikasi dalam bahasa Inggris (communication) didevinisikan dari kata Latin communicatio, bersumber dari kata communis yang berarti sama (makna). Brent D. Ruben mengatakan, komunikasi manusia adalah suatu proses melalui individu dalam hubungannya dengan kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, mengirimkan dan menggunakan informasi untuk mengkoordinasikan lingkungannya dan orang lain.
Secara garis besar, ada dua bentuk komunikasi yang paling mendasar yaitu komunikasi verbal dan komunikasi nonverbal. Komunikasi verbal berkaitan dengan komunikasi yang dilakukan secara tertulis maupun lisan, misalnya dalam bentuk surat, laporan memo dan rapat kerja. Sedangkan komunikasi nonverbal merupakan komunikasi yang tidak dilakukan secara tertulis atau lisan, seperti menggunakan bahasa isyarat (body language), simbol, seragam, ekspresi wajah, lambang (logo) perusahaan, jarak saat bicara dan warna.
Begitu juga dengan promosi dan strategi, tidak terlepas dari kegiatan berkomunikasi Promosi merupakan salah satu bagian dari bauran pemasaran pariwisata sehingga dalam kegiatan pariwisata promosi tidak bisa berjalan sendiri dan terpisah dari indikator-indikator bauran pemasaran pariwisata yang lainnya. Secara keseluruhan bauran promosi pariwisata mencakup produk (product), harga (price), promosi (promotion), sistem distibusi (place), kerjasama (partnership), pengemasan paket wisata (packaging), program kegiatan wisata (programming), penampilan objek subjek pariwisata (performance), dan sumber daya manusia (people). Seluruh indikator bauran pemasaran pariwisata tersebut harus bersinergi dalam kegiatan pariwisata agar memperoleh hasil pemasaran pariwisata yang optimal.
Pasca terjadinya bencana besar di aceh pada 26 desember 2004 silam, Aceh menjadi sebuah pusat penanaman saham negara luar, sehingga perekonomian aceh berkembang pesat. Aceh merupakan salah satu Daerah yang sering dikunjungi oleh Warga Asing, baik dalam usaha bisnis maupun sebagai kujungan pariwisata Dunia. Dalam meyambut Visit Banda Aceh Years 2011, pemerintah dan juga warga sangat membutuhkan komunikasi yang baik, dalam menjalin hubungan antara warga Asing dan warga Aceh itu sendiri. Turis yang berasal dari berbagai belahan dunia itu, Sebahagian dari mereka ada yang berdomisili di Aceh sampai beberapa tahun, dan juga hanya sebagai berlibur untuk berkunjung ke Derah ini. Kedatangan pengunjung wisata Aceh tidak hanya dari luar negara akan tetapi juga dari daerah dalam negeri. Pemerintah Aceh terlihat sudah mampu mebangun strategi dan minat para wisatawan Asing dalam hal perekonomian dan wisata.
Industri Pariwisata Aceh sebagai suatu usaha yang ingin dikelola secara Profesional akan dikembangkan menjadi Profit Center atau cah cow bagi dunia usaha di Aceh. Dengan kata lain majunya Industri pariwisata di Aceh akan menyumbang percepatan pertumbuhan perekonomian daerah yang pada gilirannya nanti akan semakin meningkatkan kesejahteraan Rakyat. Caranya dengan meningkatkan jumlah Turis yang datang dan meningkatkan lamanya Waktu yang mereka gunakan (Length of stay) untuk berlibur di Aceh. Peluang bisnis yang cukup Potensial yang terlihat dewasa ini adalah dengan Turis asal Luar Negeri yang mau berkunjung ke Wilayah Aceh pada tahun 2011 ini.
Aceh merupakan salah satu dari sekian banyak daerah yang didatangi oleh turis manca Negara, meskipun Aceh termasuk daerah yang baru bangkit dari keterpurukan akan tetapi Aceh sudah mampu memperlihatkan sebagai daerah yang kaya akan wisata alam.
Seperti halnya Bali yang sudah mampu menarik para wisatawan asing sehingga mampu menjadikan sebuah tujuan wisata international, yang menjadi pertanyaan besar apakah pemerintah mampu menjadikan Aceh sebagai pusat wisata international?
Dalam hal ini permerintah dan juga masyarakat aceh mempunyai strategi tertentu untuk mengembangkan visit banda Aceh years 2011. Strategi pada hakikatnya adalah perencanaan (planing) dan manajemen untuk mencapai suatu tujuan. Akan tetapi untuk mencapai tujuan tersebut ,strategi tidak berfungsi sebagi peta jalan yang hanya menunjukkan arah saja,melainkan harus mampu menunjukkan bagaimana operasionalnya. baik itu cara berkomunikasi,bersikap maupun dalam menjaring masyarakat luar untuk berkunjung kedalamnya. Dalam hal ini, pemerintah maupun masyarakat juga harus bisa dalam bidang persuasif.(mengajak), Sebagaimana dikatakan oleh seorang manajer proyek di NASA’s Marshall Space Flight Center “ pengetahuan bisa merupakan kekuatan,tetapi keterampilan berkomunikasi adalah bahan baku utama dalam menjalin hubungan baik dengan klien”
Dengan mencermati permasalahan diatas, maka ada beberapa masalah yang dapat penulis sampaikan yaitu sejauh mana pemerintah Aceh dapat mengembangkan visit Banda Aceh Years 2011 ini sebagai pusat pariwisata islami?karena, Aceh secara geografis sangat strategis dan sangat menguntungkan, namun selama ini potensi dan peluang itu belum dimanfaatkan secara optimal dan dikemas secara menarik dengan berbagai alasan. Aceh berada di tengah-tengah lintasan Selat Malaka yang sejak dahulu dikenal sebagai salah satu lintasan terpadat didunia. Aceh seharusnya bisa menjadi alternatif wisata pilihan setelah Malaysia, Singapura dan Thailand.

Berdasarkan pernyataan di atas, maka penulis ingin mengangkat judul Proposal Skripsi tentang “STRATEGI KOMUNIKASI PELAYANAN JASA DALAM MENYAMBUT VISIT BANDA ACEH YEARS 2011 ”

B.Rumusan Masalah.
Berdasarkan permasalahan di atas, maka dapat diidentifikasikan beberapa masalah antara lain:
1. Bagaimana Strategi yang di jalani permerintah Aceh untuk menarik para wisatawan Asing?
2. Apa saja hambatan–hambatan Pemerintah Aceh dalam mempromosikan rancangan Visit year 2011?
3. Faktor-faktor apa saja yang mendukung sehingga Aceh bisa di jadikan sebagai Visit 2011?
C.Tujuan penelitian
Berdasarkan ketiga identifikasi masalah diatas, maka tujuan penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui Hambatan – hambatan pemerintah Aceh dalam menarik wisatawan asing
2. Untuk mengetahui Strategi yang akan diambil oleh pemerintah Aceh untuk menarik parawisatawan
3. Untuk dapat memahami faktor-faktor apa saja yang mendukung sehingga Aceh bisa dijadikan sebagai visit 2011?

D. Tinjauan Pustaka
Strategi komunikasi pelayanan jasa dalam menyambut Visit Banda Aceh, sangat berpengaruh besar terhadap jenis pelayanan yang di berikan. Pelayanan dapat di lakukan dengan menggunakan komunikasi persuasi. komunikasi persuasif adalah komunikasi yang dilakukan sebagai ajakan atau bujukan agar mau bertindak sesuai dengan keinginan komunikator sedangkan pelayanan adalah suatu kegiatan atau urutan kegiatan yang terjadi dalam interaksi langsung antara sesorang dengan orang lain atau mesin secara fisik, dan menyediakan kepuasan pelanggan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indindonesia di jelaskan pelayanan sebagai usaha melayani kebutuhan orang lain. Sedangkan melayani adalah membantu menyiapkan( mengurus) apa yang di perlukan seseorang.
Dalam sebuah buku yang dikarang oleh Courtland L. Bovee ,John V.Thill yang berjudul Komunikasi bisnis edisi kedelapan jilid I, yang berkaitan dengan hal promosi dan pemasaran, disebutkan bahwa sebutan dalam pasar global, sebagian besar batas-batas alami dan batas-batas nasional tidak lagi menjadi hambatan yang tidak dapat dilalui sebagaimana hambatan tersebut dimasa lalu. Pasar domestic terbuka bagi kopetisi seluruh dunia karena bisnis-bisnis dari semua ukuran mencari peluang-peluang untuk pertumbuhan baru luar Negara mereka sendiri. Begitu juga halnya dengan pariwisata Aceh, dengan adanya visit ini, maka secara otomatis, Aceh telah melakukan promosi dan pemasaran terhadap warga Asing, mengenai pariwisata islami yang sedang berkembang di Aceh.
Kegiatan promosi adalah setiap kegiatan komunikasi yang bertujuan memperkenalkan produk pelayanan atau ide . sehingga informasi yang didapatkan dapat di terima dengan tepat. dengan kegiatan ini, Aceh akan mendapatkan loyalitas terbaik di mata masyarakat, sehingga dapat membangun citra pemerintah Aceh menuju ke arah yang lebih baik. Strategi promosi secara gencar dan besar-besaran ini dengan segala keunikan telah berhasil memikat masyarakat dunia untuk datang dan berkunjung kesuatu daerah atau negara. Negara-negara Asia ini telah berhasil mempromosikan negaranya dalam kancah dunia internasional seperti Malaysia dengan ‘Trully Asia’, Singapura dengan ‘Uniquely Singapore’, Korea Selatan dengan ‘Lets go Korea’ atau Jakarta dengan ‘Enjoy Jakarta’. Dengan Strategi ini, Aceh dapat menjadi kunjungan yang terbaik di seluruh dunia.
Sarana Promosi dalam bentuk tercetak yaitu:
1. dalam bentuk Brosur, Poster.
2. News Letter, Terbitan Khusus
3. Printed sheet
Kemudian, promosi juga dapat dilakukan dengan menggunakan komunikasi Non verbal. Serta Sumber Daya Manusia itu sendiri. Namun, promosi yang dilakukan oleh pemerintah Aceh secara eksternal adalah dengan membuka launching secara nasional di Kantor Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata di Jakarta, yang dihadiri oleh yang dihadiri langsung Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia Jero Wacik, Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar, Walikota Banda Aceh Mawardi Nurdin, Wakil Walikota Banda Aceh Illiza Sa’aduddinh Kemudian, secara internal dapat dilakukan dengan cara menyampaikan pesan lewat brosur, poster, iklan, dan media cetak lainnya. Sehingga promosi pariwisata Aceh dalam menyambut Visit Banda Aceh Years 2011 menjadi perhatian bagi seluruh masyarakat daerah maupun luar daerah.
E.Manfaat Penelitian
1. Secara teoritis menambah khasanah keilmuwan jurusan APK dalam pengembangan pendidikan, serta memperluas ilmu dalam bidang komunikasi bisnis dan persuasif. Dan memecahkan permasalahan visit Banda Aceh years 2011 menurut teori kepustakaan yang dipelajari.
2. Dan secara praktis dapat diharapkan menambah masukan pada masyarakat dan pemerintah Aceh dan dapat menjadi bahan evaluasi buat pemerintah Aceh khusunya. Serta bagi saya sendiri untuk mengetahui benar bagaimana Strategi bisnis dan persuasif visit Banda Aceh years yang sesungguhnya.

E.Metode Penelitian
1. Pengumpulan Data
Dalam penulisan suatu karya ilmiah, metode pengumpulan data yang digunakan sangatlah menentukan untuk efektif dan sistematisnya sebuah penelitian. Dengan demikian, penulis dalam penelitian ini menggunakan dua metode. Yaitu metode pengumpulan data dengan cara penelitian lapangan (field research), dan metode penelitian kepustakaan (Libarary research).
Pengumpulan data lapangan (field research) yang dilakukan di lapangan. Di mana penulis mencari data dan informasi tentang berkembangan Visit banda Aceh year 2011 dalam menarik wisatawan asiang untuk menjadikan Aceh sebagai Bandar wisata islami. Hal ini berkaitan dengan permasalahan yang akan dibahas, yaitu “Strategi Komunikasi Pelayanan Jasa Dalam Menyambut Visit Banda Aceh Years 2011”
Penelitian kepustakaan (Libarary research), yaitu dengan mengadakan penelaahan kepustakaan. Manfaatnya untuk mendukung data atau informasi yang didapat di lapangan sebagai landasan teori. Setelah data diperoleh dapat diaplikasikan dengan teori yang dipelajari sebelum penelitian dilakukan.
2. Populasi dan Sampel
a. Populasi
Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah pemerintah dan masyarakat Aceh khususnya
b. Sampel
Sampel penelitian diambil dengan cara mengambil beberapa orang dari populasi yang ada untuk memperoleh data penelitian tentang Strategi Komunikasi Pelayanan Jasa Dalam Menyambut Visit Banda Aceh Years 2011
3.Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data diambil dengan melakukan inteview yaitu dengan cara mewawancarai pihak yang bersangkutan dan masyarakat, serta mengumpulkan dan menganalisis sejumlah data yang dimiliki. serta mengobservasi
Beberapa informasi yang diperoleh dari hasil observasi adalah ruang (tempat), pelaku, kegiatan, objek, perbuatan, kejadian atau peristiwa, waktu, dan perasaan. Alasan peneliti melakukan observasi adalah untuk menyajikan gambaran realistik perilaku atau kejadian, untuk menjawab pertanyaan, untuk membantu mengerti perilaku manusia, dan untuk evaluasi yaitu melakukan pengukuran terhadap aspek tertentu melakukan umpan balik terhadap pengukuran tersebut.


KESIMMPULAN
Komunikasi dalam bahasa Inggris (communication) didevinisikan dari kata Latin communicatio, bersumber dari kata communis yang berarti sama (makna). Brent D. Ruben mengatakan, komunikasi manusia adalah suatu proses melalui mana individu dalam hubungannya dalam kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, mengirimkan dan menggunakan informasi untuk mengkoordinasikan lingkungannya dan orang lain.
Promosi merupakan salah satu bagian dari bauran pemasaran pariwisata sehingga dalam kegiatan pariwisata promosi tidak bisa berjalan sendiri dan terpisah dari indikator-indikator bauran pemasaran pariwisata yang lainnya, bauran promosi pariwisata mencakup :
 produk (product),
 harga (price),
 promosi (promotion),
 sistem distibusi (place),
 kerjasama (partnership),
 pengemasan paket wisata (packaging),
 program kegiatan wisata (programming),
 penampilan objek subjek pariwisata (performance),
 dan sumber daya manusia (people).
Industri Pariwisata Aceh sebagai suatu usaha yang ingin dikelola secara Profesional akan dikembangkan menjadi Profit Center atau cah cow bagi dunia usaha di Aceh. Strategi pada hakikatnya adalah perencanaan (planing) dan manajemen untuk mencapai suatu tujuan. Akan tetapi untuk mencapai tujuan tersebut ,strategi tidak berfungsi sebagi peta jalan yang hanya menunjukkan arah saja,melainkan harus mampu menunjukkan bagaimana operasionalnya.
Manajer proyek di NASA’s Marshall Space Flight Center “ pengetahuan bisa merupakan kekuatan,tetapi keterampilan berkomunikasi adalah bahan baku utama dalam menjalin hubungan baik dengan klien.
Dengan pernyataan di atas maka penulis ingin sekali mengetahui strategi apa yang di gunakan oleh para pihak pemerintah dalam menyelanggarakan visit banda Aceh yers 2011, yang merupakan suatu bahan baku utama dalam menyonsong kesuksesan dalam menigkatkan perekonomian Aceh melalui Visit Banda Aceh Yers 2011.


DAFTAR PUSTAKA
Djoko Purwanto, M.B.A, Komunikasi Bisnis, PT. Gelora Aksara Pratama, Erlangga, Jakarta, 2006
Onong Uchjana Effendy ,Ilmu komunikasi teori dan praktek, (Bandung,Remaja rosdakarya,2005).
Syukri Syamaun, Yusri Daud, Komunikasi Organisasi, Ar-Raniry Press, Banda Aceh, 2004
Courtland L.Bovee,John V. Thill, Komunikasi bisnis,edisi kedelapan,jilid I, (Jakarta Indeks,2007).
Sri Dewi, Manajemen Penulisan Skripsi, Tesis,dan Disertasi,PT Rajagrafindo Persada: Pascasarjana FEUI,2002
Yayan Zamzani,Kembangkan wisata Aceh Berbasis Masyarakat (menyambut visit Banda Aceh Years 2011), di akses di koran serambi indonesia,18 Januari 2011

Joko Purwanto,Komunikasi Bisnis,Jakata: Erlangga,2006
Caurland L. Bovee,Dasar-dasar Layanan Prima,Jakarta:Elex Media Komputindo,Hal.71 Badollahi Mustafa, Promosi Jasa Perpustakaan, Jakarta: Universitas Terbuka,1996 Hal3
http://www.damandiri.or.id/file/nurhasyimadunairbab2.pdf

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Analisis Penggunaan Internet Terhadap Mahasiswa

A. Latar Belakang Masalah
Kemajuan di bidang teknologi informasi, khususnya internet, telah merubah cara manusia di dalam mencari informasi dan pengetahuan untuk memenuhi kebutuhannya. Saat ini, banyak orang tidak lagi datang keperpustakaan untuk mencari informasi yang mereka butuhkan, melainkan cukup dengan mengakses internet. Internet adalah jaringan komputer yang dapat menghubungkan suatu komputer atau jaringan komputer dengan jaringan komputer lain, sehingga dapat berkomunikasi atau berbagi data tanpa melihat jenis komputer itu sendiri.Jumlah pengguna Internet yang besar dan semakin berkembang, telah mewujudkan budaya Internet. Internet juga mempunyai pengaruh yang besar atas ilmu, dan pandangan dunia. Dengan hanya berpandukan mesin pencari seperti Google, pengguna di seluruhduniamempunyaiaksesInternetyangmudah atasbermacammacaminformasi.Dibandingdenganbukudanperpustakaan,Internetmelambangkan penyebaran(decentralization) / pengetahuan (knowledge) informasi dan data secara ekstrim. Penggunaan Internet dikalangan Mahasiswa juga sudah menjadi kebiasaan dalam mencari informasi yang berkaitan dengan tugas kampus yang ditekankan oleh pihak dosen. Sejak hadirnya dunia Internet, banyak masyarakat atau golongan lainnya yang berpindah tempat dari perpustakaan menuju dunia internet. Meskipun perpustakaan telah disediakan namun, belum juga mencapai kepuasaan bagi pengguna khususnya mahasiswa dalam mencari informasi, terkait lagi dengan kendala kurangnya koleksi yang terdapat di perpustakaan tersebut.
Oleh karena itu, pengguna berbondong-bondong untuk mencari informasi yang bersifat steril dan mudah dalam mengaksesnya, meskipun pencarian informasi itu diperoleh dari dalam perpustakaan yang memiliki koneksi internet. Perkembangan teknologi internet yang pesat telah memacu munculnya berbagai aktifitas mahasiswa dalam berbagai pencari informasi. Walaupun ada banyak manfaat situs web, juga ada banyak masalah. Masalah yang paling besar adalah bahwa informasi yang disebarkan di internet tidak selalu benar. Hal ini terjadi karena situs web tidak harus memberikan informasi yang benar dan akurat, dan tidak ada tanggung jawab atas kebenaran informasi yang disebarluaskan. Banyak orang dapat mudah memproduksi, memanipulasi,mengakses dan menyebarluaskan informasi . akibatnya, timbul ledakan iformasi yang dasyat. Informasi tentang apapun, mulai dari yang bermamfaat atau yang hanya berupa “sampah” tersedia melimpah di internet. Fenomena diatas menunjukkan betapa besarnya dampak internet bagi pencari informasi khususnya bagi kalangan mahasiswa. Karena banyak informasi yang di muat di internet tidak relevan dan kurang jelas referensi secara complit. Hal tersebut meragukan mahasiswa dalam mengambil data yang dibutuhkan.
Dengan mencermati permasalahan diatas, maka ada beberapa masalah yang dapat penulis sampaikan yaitu : bagaimanakah pengaruh Internet dalam merubah prilaku Mahasiswa dalam mencari informasi? Atau dengan kata lain, masih relevansikah informasi yang diperoleh dari internet? Apa kata Mahasiswa Fakultas Adab mengenai dilema buku atau internet ini? Manakah yang lebih menjadi andalan mereka sebagai sumber referensi? Karya tulis ini mencoba membahas isu-isu yang berkaitan dengan penggunaan Internet bagi Mahasiswa dan mencoba menemukan kendala-kendala bagi pencari innformasi di internet.
B. Tujuan Penelitian
Berdasarkan Indentifikasi masalah diatas, maka tujuan penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui kendala-kendala dan solusi apa saja yang di hadapi Mahasiswa dalam mencari Informasi di Internet.
2. Untuk mengetahui berapa persentase pengguna Internet bagi kalangan Mahasiswa
3. Untuk mengetahui tingkat motivasi pengguna Internet apakah cenderung mengarah kepada Akademik atau Non-Akademik
4. Dapat memahami tingkat kerelevansian infoormasi dari internet

C. Analisis Data
Dengan melakukan penelitian, maka penulis mengambil metode penelitian secara Interview yang tidak terstruktur, Artinya proses wawancara dilakukan penulis bukan dari kalangan Mahasiswa Fakultas Adab saja, melainkan masyarakat yang berstatus mahasiwa baik dari dalam maupun luar daerah. Dalam linguistik, analisa atau analisis adalah kajian yang dilaksanakan terhadap sebuah bahasa guna meneliti struktur bahasa tersebut secara mendalam. sedangkan data adalah catatan atau kumpulan fakta. Jadi, analisis data merupakan kegiatan menganlisa suatu kontruks dengan menggunakan bahasa penulis secara sistematis.

Bedasarkan Judul “ Analisis Penggunaan Internet Bagi Mahasiswa Fakultas Adab”. Dari hasil Field Reseacrh ( metode lapangan) yaitu dari hasil wawancara dengan berbagai mahasiswa di Fakultas Adab.
Bagaimana Tanggapan Mahasiswa dalam mencari informasi di internet. Lihatlah berbagai jawaban di bawah ini:
“saat ini internet lebih mencari dalam mencari informasi, saat mengejakan tugas di internet, banyak hal lain yang bisa dilakukan, misalnya membuka berbagi situs. Hal tersebut membuat pekerjaan mencari tugas menjadi lebih menyenangkan. Internet lebih mudah menjanjikan, karena bahan yang kita mau tinggal searcrh saja di mesin pencari. jika dilihat dari segi kerelevansiiannya, internet kurang Relevan. Karena referensi yang terdapat di internet tidak di muat dengan jelas. Sehinnga menyulitkan pengguna dalam mencari informasi di internet.

Berapa persen mahasiswa yang mencari tugas menggunakan internet?
Perbandingannya adalah jauh lebih banyak pengguna yang mencari informasi di internet. Tentu alasannya berbeda-beda bagi setiap pengguna. Di fakultas adab, dari 50 orang hanya 19 (38%) mencari tugas di internet. Sedangkan 40 perseennya lagi mereka lebih kepada perpustakaan. Karena dinilai jelas referensinya. “Internet bersifat mudah, selain dapat mencari tugas, juga dapat membuka situs lain, seperti Facebook, yahoo, dll.” Kemudahan dalam mencari informasi di internet hampir semua dirasakan oleh mahasiswa. Dibalik kemudahan tersebut, namun memiliki kendala tersendiri bagi pengguna.

Adakah Hambatan dalam mencari Informasi di internet?
“ hambatannya karena banyak data yang tersimpan di internet, kurang relevan. Hal tersebut disebabkan karena citizen Journalism tidak memiliki referensi yang jelas. Sehingga dapat mengarah kepada plagrialisme ( manipulasi, mengcopy paste data). Tidak sedikit terjadi aksi plagiat tersebut. Karena referensi tidak jelas. Hal tersebut dapat mengarahkan perubahan prilaku terhadap pencari informasi di internet. Ada juga beberapa alasan lainnya seperti; masih gagap tehnologi, artinya masih ada mahasiwa yang tidak dapat mencari tugas di internet. Karena di nilai gaptek. Hal tersbut, juga dapat memicu mahasiwa untuk mencari informasi di perpustakaan. Setiap Harinya pengguna internet mencapai miliyaran di seluruh dunia. Tentu beragam jenis informasi yang di muat dan dapat diakses di internet. Jadi tidak ada batas ditentukan dalam pencarian informasi yang lebih dalam.

Untuk menjaga tingkat kerelevansian di internet, maka pengguna internet memilih alternatif lain untuk menjaga nilai informasi menjadi releva. Salah satunya pennguna mencari informasi di E-book, buku Internet, dan jenis alamat Web yang tertera penulis dan pengarangnya di internet tersebut. Sehingga memudahkan pengguna dalam mencari referensi yang jelas.


D. Interpretasi Data
Interpretasi berarti mengartikan hasil penelitian berdasarkan pemahaman yang dimiliki peneliti. dari hasil analisis data diatas, maka penulis mencoba menginterpretasikan hasil analisis yang diperoleh dari wawancara beberapa orang mahasiswa diatas.
Internet sebagai produk teknologi informasi yang dapat digunakan untuk layanan perpustakaan dan informasi, serta merupakan arena komunikasi ilmiah, sarana publikasi elektronis, dan akses. jaringan internet memiliki peranan yang sangat penting di dalam penyebaran arus informasi atau dengan kata lain merupakan prasarana jalan raya informasi (information highway) yang digunakan untuk mengangkut berbagai muatan informasi dan menghubungkan berbagai manusiadi bumi ini.
Menurut Palmer ada 4 (empat) hal yang akan terjadi yang membuat internet semakin dominan sebagai platform bisnis. Pertama, infrastruktur internet akan terus diperkuat dan ditingkatkan untuk menyediakan tulang punggung yang berkapasitas tinggi dan aman.
Kedua, internet akan menghubungkan dan mengintegrasikan sistem non-internet seperti pertukaran data elektronik dan pemrosesan transaksi. Ketiga, internet akan memungkinkan pengguna mengakses informasi dan pelayanan dari mana saja pada waktu kapan saja menggunakan peralatan pilihan mereka. Keempat, dengan terjadinya ledakan informasi yang tersedia melalui internet akan tersedia berbagai pendekatan baru untuk menemukan dan mengindeks informasi. Internet sebagai sumber informasi, merupakan medium yang digunakan untuk mendistribusikan informasi tentang apa saja, oleh siapa saja dan dari mana saja, untuk siapa saja, dalam bentuk digital yang ketersediaannya tidak memiliki batasan khusus. Informasi yang disajikan di Internet bisa didapatkan dengan mudah dan dalam hitungan detik. Jadi, internet bukan hanya sebatas jaringan belaka, melainkan banyak orang yang memamfaatkan internet dalam berbagai hal. Tergantung kepada kebutuhan pengguna.

Kemajuan di bidang Internet juga telah merubah strategi Mahasiswa dalam mencari sumber informasi yang serba cepat dan tepat. Strategi adalah pernyataan yang jelas dan dikomunikasikan dengan baik megenai posisi dan sasaran organisasi dalam hal pelayanan internet. Karena kecepatannya, banyak pengguna yang berbondong-bondong mencari tugas di internet, baik bersifat akademik maupun non-akademik. Namun, internet tidak selalu berada pada realita yang benar, karena tingkat kerelevansiannya masih dinilai kurang bagi para pengguna. Akan tetapi, pegguna lebih mementingkan tingkat efektif dan efesiensi dalam mencari tugas. Sehingga mereka lebih memilih internet di bandingkan dengan perpustakaan.

Motivasi Menggunakan Internet

Tuntutan perkuliahan yang mendorong mahasiswa untuk menggunakan internet tentunya
merupakan sebuah hal yang wajar. Akan tetapi data yang diperoleh dari responden menunjukkan kenyataan bahwa rasa ingin tahu menjadi motivasi utama yang mendorong mereka untuk menggunakan internet. Analisis terhadap angket yang disebar menunjukkan bahwa sebanyak 27 orang responden atau 54 % mengatakan bahwa motivasi mereka menggunakan internet hanya didasarkan pada upaya memenuhi rasa ingin tahu. Kemudahan akses informasi yang diperoleh dengan menggunakan internet diungkapkan oleh 12 orang responden atau sekitar 24 % dan yang menjadikan motivasi penggunaan internet untuk mendukung perkuliahan sebanyak 11 orang (22 %). Untuk lebih jelas data mengenai motivasi mahasiswa Fakultas Adab menggunakan internet dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel ? 3: Motivasi Mahasiswa Fakultas Adab Menggunakan Internet
Motivasi Menggunakan Internet Frekuensi Persentase
Kemudahan akses dan komunikasi 25%
Rasa ingin tahu 60%
Tuntutan studi 25 %
Total 100%

Pengalaman Menggunakan Internet
Berdasarkan seleksi angket yang kembali diketahui bahwa tidak semua responden mampu
menggunakan komputer dan yang sebagaimana dikriteriakan kajian ini bahwa yang menjadi
responden adalah mahasiswa yang mampu mengoperasikan komputer. Namun demikian
berdasarkan tabulasi jawaban responden diketahui bahwa kemampuan para responden
mengoperasikan komputer dominan diperoleh sebelum menjadi mahasiswa Fakultas Adab.
Tabulasi kuesioner yang dilakukan menunjukkan hasil bahwa dari 50 orang responden hanya
sekitar 19 (38 %) responden mampu menggunakan internet setelah mereka menjadi mahasiswa Fakultas Adab dan bagian terbesar yakni sebanyak 31 orang atau sekitar 62 % telah mengetahui sebelum menjadi mahasiswa, padahal semua responden sebelum menjadi mahasiswa telah mengenal komputer. Fenomena yang terjadi di kalangan mahasiswa Fakultas Adab, jelas menunjukkan mereka telah menjadikan internet sebagai salah satu sumberdaya media informasi guna memenuhi kebutuhan informasi sebagai konsekuensi dari studi yang mereka lakukan.

Internet Sebagai Media Pendukung dalam Perkuliahan

Penggunaan internet untuk keperluan pendidikan yang semakin meluas terutama di negara-
negara maju, merupakan fakta yang menunjukkan bahwa dengan media ini memang
dimungkinkan diselenggarakannya proses belajar mengajar yang lebih efektif. Hal ini terjadi
karena dengan sifat dan karakteristik internet yang cukup khas, sehingga diharapkan bisa
digunakan sebagai media pembelajaran sebagaimana media lain telah dipergunakan sebelumnya seperti radio, televisi, CD-ROM Interaktif dan lain-lain.

Sebagai media yang diharapkan akan menjadi bagian dari suatu proses belajar mengajar di
perguruan tinggi, internet harus mampu memberikan dukungan bagi terselenggaranya proses pembelajaran. komunikasi interaktif antara dosen dengan mahasiswa sebagaimana yang dipersyaratkan dalam suatu kegiatan pembelajaran. Kondisi yang harus mampu didukung oleh internet tersebut terutama berkaitan dengan strategi pembelajaran yang akan dikembangkan, yang jika dijabarkan secara sederhana, bisa diartikan sebagai kegiatan komunikasi yang dilakukan untuk mengajak mahasiswa mengerjakan tugas-tugas dan membantu mahasiswa dalam memperoleh pengetahuan yang dibutuhkan dalam rangka mengerjakan tugas-tugas tersebut.


KESIMPULAN

Berdasarkan uraian-uraian pada bab sebelumnya telah memperjelas kenyataan bagaimana
internet telah ditempatkan sebagai salah satu sumber informasi bagi mahasiswa Fakultas Adab Berkenaan dengan itu, data yang diperoleh dari lapangan pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat variasi yang berbeda diantara mahasiswa Fakultas Adab dalam menggunakan atau memanfaatkan internet. Maka penulis dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu:
1. Pencarian Informasi di Intternet didasarkan karena adanya tuntutan
2. Rasa ingin tahu
3. Dan motivasi dari Mahasiswa sendiri

Dengan itu,maka penulis dapat memberi saran yaitu:
1. Hendaknya penggunaan internet bagi mahasiwa Fakultas Adab harus mengantisipasi terhadap informasi yang kurang Relevan
2. Pencarian Informasi, seharusnya di seimbangkan antara perpustakaan dan Internet dalam kaidah menguatkan referensi yang jelas
3. Agar tidak terjadi penyalah gunaan Internet, hendakya Mahasiwa harus mengerti fungsi dan mamfaat internet itu sendiri.


DAFTAR PUSTAKA

Luthfi,Jurnal Ilmiah Libria Libry of IAIN Ar-Raniry,Perpustakaan Program Pascasarrjana IAIN Ar-Ranry Darussalam Banda Aceh,2009
http://id.wikipedia.org/wiki/Internet, diakses,2011
Antonios Aditya Hartanto,Teknologi e-Learning berbasis PHP dan MySQL,Elex Media Komputindo: jakarta,2002
Ibid.Hal 62-63
http://organisasi.org/definisi-pengertian-analisa.com
http://definisi-pengertian.blogspot.com/2010/08/pengertian-data.html
Hasil Wawancara Mahasiswa Fakultas Adab IAIN Ar-Raniry,Eka Wati Sahputri, tanggal 14 Januari 2011
Hasil Wawancara Mahasiswa Fakultas Dakwah IAIN Ar-Raniry, Arif hidayat, tanggal 15 Januari 2011 Hasil wawancara Mahsiswa IAIN Palembang, Jatmiko, melalui Facebook,tanggal 15 januari 2011 Hasil Wawancara Mahasiswa Unsyiah, Amalan, 17 januari 2011 http://ptkguru.wordpress.com/2008/05/11/analis interpretasi.com akses 2011
Novita Vitriana, Internet dan Perpustakaan. http://www.akademik.unsri.ac.id.dia akses (14 November 2010).
Amin Abdullah,Dasar-dasar IlmuPerpustakaan dan Informasi,Yogyakarta:Jurusan ilmu perpustakaan dan Informasi,Fakultas Adab,2007

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

arsip dan kearsipan

PENGERTIAN ARSIP DAN KEARSIPAN

A. Pengertian Arsip
Secara etimologi kata arsip berasal dari bahasa yunani (Greek), yaitu archium yang artinya peti untukmenyimpan sesuatu. Semula pengertian arsip itu memang menunjukan tempat atau gedung tempat penyimpanan arsipnya, tetapi perkembangan terakhir orang lebih cenderung menyebut arsip sebagai warkat itu sendiri.
Berikut ini dapat kita pelajari pengertian arsip dari beberapa sumber.

1. Prof. Dr. Mr. Prajudi Atmosoedirdjo
Mengatakan arsip adalah
a. Tempat menyimpan secara teratur dari pada bahan-bahan tertulis (geschreven strukken).piagam-piagam, surat-surat, akte-ekte, kepustakaan-kepustakaan, daftar-daftar, dokumen-dokumen,peta-peta.
b. Kumpulan teratur dari bahan-bahan kearsipan.
c. Bahan-bahan yang harus diarsipkan itu sendiri.
2. Peraturan Pemerintah RI No. 34 tahun 1979
Menurut peraturan pemerintah di atas arsip adalah:
a. Kumpulan naskah atau dokumen yang disiapkan
b. Gedung (ruang) penyimpanan kumpulan naskah atau dokumen
c. Organisasi atau lembaga yang mengolah dan menyimpan kumpulan naskah atau dokumen.
3. Ensiklopedi Administrasi
a. Arsip adalah segenap warkat dari suatu organisasi kenegaraan atau badan swasta yang diadakan dalam penyelenggaraan kegiatan-kegiatan organisasi tersebut dan dipandang berharga untuk disimpan secara permanen bagi suatu keperluan
b. Sesuatu instansi atau tempat dimana warkat-warkat dari suatu organisasi disimpan secara tertib. Untuk pengertian yang kedua ini lebih tepat dinyatakan dengan istilah archives institutionn (kantor arsip).
Setelah mempelajari pengertian arsip secara etimologi dan dari beberapa sumber diatas terdapat dua pengertian arsip, yaitu:

a. Arsip adalah kumpulan warkat,naskah-naskah,dokumen, dan surat-surat
b. Arsip adalah gedung atau organisasi tempat pengumpulan, penyimpanan dan pengolah naskah.

B. SYARAT-SYARAT ARSIP
Dari pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak semua surat atau warkat dapat disebut arsip. Surat atau warkat baru dapat disebut sebagai arsip apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
1. Merupakan kumpulan warkat
2. Disimpan menurut sistem tertentu
3. Mempunyai nilai kegunaan
4. Saat diperlukan cepat dan tepat ditemukan

C. ISTILAH SURAT,RECORD, FILE, DAN DISAIN
Surat adalah suatu alat komunikasi tertulis untuk menyampaikan pesan/informasi dari satu pihak kepada pihak lain.
Record adalah warkat/record adalah semua catatan tertulis atau bergambar tentang sesuatu hal atau peristiwa yang terekam yang dapat digunakan untuk alat pengingat.
Istilah file dapat diartikan sebagai suatu lipatan karton dengan kawat penjepit ataupun tidak memakai kawat penjepit yang dipergunakan untuk menyimpan warkat. Dengan istilah lain adalah folder.
Istilah file dalam bahasa latin disebut felun yang artinya tali atau benang.memang pada jaman dahulu tali atau benang inilah yang digunakan mengikat kumpulan warkat/record sehingga mudah dugunakan. Dengan demikian file merupakan wadah/tempat/alat menyimpan arsip. Seperti map, folder, bundel, dan lain-lain.


D. JENIS-JENIS ARSIP
Arsip meliputi warkat, surat, akte notaris, rekaman, dan lain-lain. dengan banyaknya jenis arsip, maka arsip dapat dilihat dari berbagaisegi, yaitu:
1. Dar isegi bentuk fisiknya
Bila dilihat dari segi fisiknya maka arsip dibedakan atas:
a. Arsip yang fisiknya berbentuk lembaran
Misalnya: surat-surat, warkat, akte notaris, surat kontrak dan lain-lain
b. Arsip yang fisik nya tidak berbentuk lembaran
Misalnya: Disket komputer, Hard Disk, rekaman pada pita kaset, vidio kaset, micro film, dan lain-lain.
2. Dari segi masalahnya
Dilihat dari segi masalah yang dikandung oleh arsip itu sendiri, maka arsip dibedakan atas:
a. Financial record, adalah arsip-arsip yang berisi catatan-catatan mengenai masalah keuangan. Misalnya bukti-bukti pembayaran dan penerimaan uang, arsip utang dan piutang, kuintansi, cek dan lain-lain
b. Inventory record, adalah catatan yang berhubungan dengan masalah barang inventasi (barang milik kantor)
c. Personal record, adalah catatan-catatan yang berhubungan dengan masalah kepegawaian. Misalnya arsip-arsip mengenai daftar riwayat hidup, riwayat pekerjaan, daftar jumlah pegawai dan lain-lain
d. Production record, adalah catatan-catatan yang berhubungan mengenai masalah produksi. Misalnya arsip-arsip mengenai jenis bahan baku produksi, alat produksi, proses pengolahan, jumlah, jenis, dan kualitas barang yang diperkenalkan searta laporan produksi
3. Dari segi pemiliknya
a. Lembaga pemerintahan
1) Arsip Nasional di Republik Indonesia sebagai inti organisasi dari Lembaga Kearsipan Nasional yang selanjutnya disebut arsip nasional pusat
2) Arsip Nasional di tiap-tiap ibu kota daerah tingkat I, termasuk daerah-daerah yang setingkat, yang selanjutnya disebut arsip arsip nasional daerah.
b. Instansi Pemerintah/Swasta
1) Arsip Primer dan Secunder
Arsip primer adalah arsip aslinya. Jadi, bukan tindasan, bukan kopiannya, atau bukan salinannya.
Arsip secunder adalah arsip yang berupa tindasan, kopian aslinya, dan salinannya.

E. PENGELOLAAN ARSIP
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 1979 tentang Penyusutan Arsip, arsip statis instansi / lembaga di tingkat pusat diserahkan ke ANRI Pusat, sedangkan arsip instansi tingkat daerah diserahkan ke Arsip Nasional Wilayah. Bagi daerah yang belum terdapat Arsip Nasional Wilayah, ditempuh dua cara sebagai berikut :
a. Arsip-arsip Pemerintah Daerah, termasuk BUMD, untuk sementara disimpan di Kantor Arsip Daerah (KAD) Daerah Tingkat I yang bersangkutan.
b. Arsip-arsip instansi vertikal, termasuk BUMN yang ada di daerah, untuk sementara disimpan di masing-masing instansi penciptanya.
F. Penyerahan Arsip ke ANRI dari Arsip daerah
Proses akhir dari kegiatan Akuisisi Nasional Arsip Orde Baru adalah penyerahan arsip dari masing-masing instansi ke ANRI. Hal lni dimaksudkan agar setiap instansi dapat melestarikan dan menyampaikan informasi keberadaan dan peran yang bermakna bagi negara dan bangsa selama masa Orde Baru, kepada generasi yang akan datang. ANRI berkewajiban mengelola, merawat, dan menyampaikan secara obyektif kepada generasi mendatang informasi tentang instansi-instansi bersangkutan sebagai cermin dan jati diri bangsa.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam proses penyerahan tersebut adalah :
a. Penyerahan dilaksanakan dengan membuat Berita Acara Serah Terima Arsip yang disertai Daftar pertelaan Arsip (DPA).
b. Materi Berita Acara dikoordinasikan dengan Arsip Nasional Republik Indonesia.
c Berita Acara ditandatangani oleh pimpinan instansi masing-masing, dibuat di atas kertas bermaterai cukup.

d. Berita Acara dibuat rangkap dua, satu lembar untuk instansi yang menyerahkan dan satu lembar yang fain untuk ANRI.
Arsip-arsip bernilaiguna pertanggungjawaban nasional yang diserahkan selanjutnya dilestarikan di ANRI dan dimanfaatkan seluas-luasnya untuk kepentingan pemerintahan, pembangunan, penelitian, ilmu pengetahuan dan kemasyarakatan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan kaidah-kaidah kearsipan yang berlaku. Dengan demikian keberadaan dan peran serta instansi pencipta arsip dalam pembangunan bangsa, dapat disampaikan dan dikenali oleh generasi bangsa Indonesia di masa mendatang

G. Koordinasi Pelaksanaan Akuisisi Arsip
Untuk menjamin keterpaduan teknis dan efisiensi, pelaksanaan kegiatan Diklat dan akuisisi, agar dikoordinasikan dengan ANRI, dengan pembagian wilayah kerja sebagai berikut :
a. Tingkat Pusat
Semua instansi / lembaga tingkat pusat dan Daerah Khusus lbukota Jakarta berkoordinasi dengan ANRI Pusat.
b. Tingkat Daerah
Untuk Pemerintah Daerah dan instansi vertikal yang ada di daerah dapat dilakukan koord'tnasi dengan Arsip Nasioni Wilayah sesuai dengan wilayah kerja Arsip Nasional Wilayah sebagaimana tercantum dalam daftar berikut :

No Arsip Propinsi Wilayah Kedudukan Wilayah Kerja (Propinsi)
1 Propinsi DI Aceh Banda Aceh DI Aceh dan Sumatera Utara
2 Propinsi Sumatera Barat Padang Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi dan Sumatera Selatan
3 Propinsi Jawa Barat Bandung Jawa Barat dan Lampung
4 Propinsi Jawa Tengah Semarang Jawa Tengah dan DI Yogyakarta
5 Propinsi Jawa Timur Surabaya Jawa Timur dan Bali
6 Propinsi Nusa Tenggara Timur Kupang Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dan Timor-Timur
7 Propinsi Kalimantan Barat Pontianak Kalimantan Barat , Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan
8 Propinsi Sulawesi Selatan Ujung Pandang Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara dan Sulawesi tengah
9 Propinsi Irian Jaya Jayapura Irian Jaya dan Maluku



c. Tahapan Sosialisasi
Untuk meningkatkan kualitas pemahaman terhadap Pedoman Akuisisi ini, dilakukan sosialisasi melalui apresiasi dan rapat koordinasi antar instansi.
a. Apresiasi
Apresiasi ditujukan kepada pejabat pengambil keputusan di bidang kearsipan dan para penanggungjawab unit kearsipan masing-masing instansi, baik di tingkat pusat maupun daerah. Tujuan apresiasi terhadap pejabat-pejabat tersebut adalah untuk memberikan gambaran dan pemahaman terhadap program Akuisisi Nasional Arsip Orde Baru. Dengan apresiasi ini diharapkan masing-masing pejabat dapat melakukan persiapan yang diperlukan untuk mendukung semua kegiatan yang berkaitan dengan persiapan pelaksanaan Akuisisi Nasional Arsip Orde Baru, di lingkungan Departemen, Badan, atau Lembaga masing-masing sampai satuan kerja terendah di lingkungannya.
b. Rapat Koordinasi
Rapat koordinasi antar instansi dilakukan sesuai dengan kebutuhan obyektif setiap tahapan akuisisi, untuk memecahkan masalah-masalah yarg dihadapi di lapangan. Diharapkan juga dapat dilakukan koordinasi reguler setiap semester antara instansi dengan ANRI dalam rangka evaluasi pelaksanaan teknis secara nasional.

KESIMPULAN
Mitra kerja Arsip dengan lembaga pemerintahan sangatlah erat kaitannya, terutama pada bidang akuisisi. Dan peyebaran Arsip pada beberpa daerah. Hai ltu menunjukkan bahwa setiap gedung Arsip tidak dapat erdiri sendiri tanpa ada hubungan atau kerja sama dengan lembaga pemerintahan lain, cenderung akan dinilai kurang membangun mitra kerja Arsip.
Didalam Arsip, ada terdapat Tahapan Sosialisasi yaitu:
a. Apresiasi
b. Rapat koordinasi
Koordinasi Pelaksanaan Akuisisi Arsip terbagi menjadi dua bagian:
a. Tingkat pusat
b. Tingkat daerah



DAFTAR PUSTAKA
Syamsul Anwar.Kearsipan.Titian Ilmu: Bandung,1999
http://kearsipan.fib.ugm.ac.id/maknaarsip.htm
http://arsipberita.com/
http://arsipberita.com/search/mitra+kerja+arsip+dengan+pemerintah
http://www.arsipjogjaprov.info/index.php?view=article&catid=5%3Acategoryartikel&id=356%3Aperbedaan-arsip-dan-perpustakaan&option=com_content&Itemid=11
http://www.google.co.id/search?hl=id&client=firefox-a&rls=org.mozilla%3Aen-US%3Aofficial&channel=s&q=perbedaan+arsip+dan+kearsipan&aq=f&aqi=&aql=&oq=&gs_rfai=

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

sasaran promosi pada perpustakaan

Latar Belakang Masalah
Perpustakaan sebagai salah satu lembaga / institusi merupakan salah satu wahana information resourch; knowledge resourch yang keberadaannya di harapkan mampu membantu pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Bahwa semua kegiatan yang dilakukan selalu mengandung unsur / nilai pembelajaran, pengembangan iptek bud maupun penunjang penelitian. Sebagai based of learning keberadaannya senantiasa di harapkan untuk dapat memenuhi harapan pemustaka dalam memperoleh informasi atau data yang dibutuhkan. Ketersediaan informasi semakin dituntut sejalan dengan keinginan masyarakat yang membutuhkannya. Kebutuhan masyarakat akan informasi yang cepat, akurat, tepat, mudah, murah dan spesifik inilah yang harus disikapi oleh para pustakawan maupun pengelola perpustakaan.
Secara umum citra perpustakaan masih sangat rendah. Salah satu contoh adalah di dunia pergurun tinggi ada slogan yang menyatakan bahwa perpustakaan adalah jantung Universitas semua insan akademisi dilingkungan Universitas menyatakan hal tersebut. Dari semua kalangan, menganggap perpustakaan itu hanya sebuah gedung dan sarana yang tidak teratur. Tempat penyimpanan buku-buku yang jarang difugsikan oleh masyarakat. Dari itu, sebagai pustakawan yang bekerja di perpustakaan mana saja harus membangun kembali nama atau citra perpustakaan itu sendiri. Agar masyarakat tidak salah dalam menafsirkan tentang perpustakaan dalam asumsi-asumsi mereka.
Untuk mengembalikan Citra perpustakaan yang baik tidaklah cukup sekedar membangun perpustakaanya saja.melainkan, harus melakukan tindakan berupa kebijakan dalam menangai masalah pegembangan perpustakaan itu menuju tempat yang baik. Salah satunya dengan mempromosikan perpustakaan itu dari awal sehingga masyarakat mempunyai rasa innginn tahu terhadap perpustakaan. Menurut Philip Kotler “ Promosi meliputi semua alat-alat dalam kombinasi pemasaran adalah untuk mengadakan komunikasi yang sifat membujuk.
Disini penulis menguraikan bagaimana Promosi itu dijalankan, dan kepada siapa sasaran yang tepat di promosikan. Banyak hal yang perlu ditinjau, promosi tidak hanya kepada masyarakat umum, tetapi, promosi juga diperunntukkan bagi kalangan cacat. Dalam hal ini, bagaimana pustakawan dapat mempromosikan pustaka kepada pecandang cacat? Persiapan apa yang harus dilakukan pustakawan dalam mempromosikan bagi kalangan Primitif? Dari pertanyaan diatas, penulis akan membahas permaslahan ini.
A. Pegertian Promosi
Promosi secara umum adalah bersangkutan dengan metode komunikasi yang ditujukan kepada pasar yang menjadi target tentang produk yang tepat yang dijual pada tempat yang tepat dengan harga yang tepat.
pengertian promosi yang dikemukakan oleh philip Kotler adalah sebagai berikut :
"Promotion encompasses all the tools in the marketing mix whose mayor is persuasivecommunication".
Promosi meliputi semua alat-slat dalam kombinasi pemasaran yang peranan utamanya adalah untuk mengadakan komunikasi yang sifatnya membujuk promosi merupakan suatu proses komunikasi dari penyampaian amanat atau berita tentang produk/barang atau jasa dari penjual kepada para pembeli potensial (konsumen).1.
Promosi juga sangat berkaitan dengan sistem pemasaran.
Pemasaran dalam perpustakaan adalah kegiatan analisis perencanaan pelaksaaan dan pengendalian program-program yang telah dirancang secara cermat yang dibuat untuk menciptakan tukar menukar suatu secara sukarela untuk mencapai sasaran sesuai dengan tujuan Organisasi.

B. Tujuan Promosi Perpustakaan
Ada beberapa tujuan promosi perpustakaan diantaranya adalah
 Memperkenalkan fungsi perpustakaan kepada masyarakat pemakai
 Meningkatkan minat baca dan mendorrong masyarakat agar menggunakan koleksi perpustakaan semaksimal mungkin
 Memperkenalakan pelayan dan jasa perpustakaan dan masyarakat
 Memberikan kesadaran kepada masyarakat akan adanya perpustakaan.
C. Sasaran Promosi bagi Orang Cacat
 Di perpustakaan umum
Sasaran atau cara promosi bagi orang cacat yaitu dengan cara menyediakan teknis khusus seperti mengajari pustakawan dalam menyampaikan komunikasi bagi penyandang cacat. Menyebarkan brosur yang dapat dibaca oleh penyandang cacat. Dan membuat iklan di media Televisi maupun di Radio lokal agar promosi dapat dilakukan degan tepat sasaran
 Kebijakan untuk orang-orang cacat
o Menyediakan koleksi yang dapat digunakan oleh penyandang cacat baik koleksi itu berupa buku, sejenis alal-alat dan lainnya.
o Menyediakan Fasilitas yang dapat digunakan oleh penyandang cacat
o Melatih pustakawan agar dapat berkomunikasi dengan orag cacat tersebut
o Pustakawan harus mampu memberikan layanan Prima kepada penyandang cacat.

D. Cara Promosi Bagi Orang Primitif
Primitif adalah orang yang tinggal dengan kebudayaan yang berbeda dan jauh dari tempat-tempat orang yang berdomisili di kota.
Biasnya orang Primitif masih kurang berkembang terutama dibidang pendidikan. Jadi langkah-langkah yang harus ditempuh dalam melakukan promosi perpustakaan adalah
 Menjelaskan dulu tentang dunia perpustakaan
 Jika mereka sudah mengerti dengan dunia tulis menulis..maka yang perlu dilakukan adalah memasang iklan ditempat mereka,atau brosur,pamflet dan sebagainya.
E. Unsur-Unsur Promosi Perpustakaan
 Attention (perhatian)
Dalam melakukan promosi perpustakaan, pustakawan harus mampu membuat perhatian para pengguna. Biasa contoh perhatian user jika pustakawan mempromosikan dengan membagikan brosur, selebaran, atau iklan-iklan yang di desain semenarik mungkin.
 Attention (perhatian)
Dalam istilah pemasaran,ketertarikan konsumen lebih diutamakan, begitu juga dengan perpustakaann. Dimana tujuan promosi itu sendiri adalah untuk memperkenalkan suatu produk kepada user, jadi produk tersebut harus bagus dan bermutu. Ada enam daya tarik dikuasai oleh pustakawan
o Daya tarik sosial
o Daya tarik prestise
o Daya tarik pertahanan hidup
o Daya tarik kesenangan
o Daya tarik ego maniak
o Daya tarik yang menakuti
 Desire (keinginan)
Adanya keinginan dalam mempromosikan pustaka,dan ada tanggapan dari user untuk mengetahui lebih lanjut tentang sebuah peppustakaan tersebut
 Action (tindakan)
Tindakan berarti adanya daya tarik user dan lagsung mengujungi perpustakaan tersebut, karena pustakawan sudah memenuhi unsur daya tarik pengguna, sehingga rasa ingi tahu dari pengguna sudah terpenuhi.
 Satisfy ( kepuasan)
Setelah melakukan pemasaran konsumen puas terhadap informasi yang di berikan oleh pustakawan. Dan pustakawan juga tidak merasa dirugikan.
F. Sasaran Promosi dan Perpustakaan
Sasaran Promosi perpustakaan berbeda untuk setiap jenis perpustakaan misalnya
o Perpustakaan Nasional
Sasaran Promosinya mencakup rakyat luas
o Perpustakaan Khusu
Sasaran promosi yang dilakukan masyarakat yang dilayani secara khusus, biasanya hanya orang-orang yang berada di dalam instansi tersebut
o Perpustakaan Perguruan Tinggi
Sasaran promosinya adalah mahsiswa, pegajar dan peneliti di perrguruan tinnggi tersebut
o Perpustakaan Sekolah
Sasarannya untuk siswa-siswi yang ada di sekolah tersebut
o Perpustakaan Umum
Sasaran promosinya yaitu tepat pada masyarakat yang berdomisili di daerah tersebut. Namun, secara umum dapat dijangkau.
G. Kendala dalam Melakukan Promosi Perpustakaan
 Fakor Internal
o Pengetahuan pustakawan tentang ilmu dan teknik pemasaran masih lemah
o Pandangan tradisional bahwa perpustakaan hanyalah sebuah gedung buku
o Gedung/fasilitas perpustakaan tidak memadai
o Lemahnya apresiasi pustakawan terhadap pegguna perpustakaan
 Faktor Eksternal
o Kurangnya dukungan dari pimpinan
o Pengguna perpustakaan hanya bersifat sementar
o Lemahnya manajemen organisi
o Budaya baca masyarakat dengan memamfaatkan perpustakaan sangat lemah
o Staf pengajar jarang memberi tugas kepada siswa yang dapat memaksa mereka untuk meggunakan perpustakaan.


KESIMPULAN
1. Promosi meliputi semua alat-slat dalam kombinasi pemasaran yang peranan utamanya adalah untuk mengadakan komunikasi yang sifatnya membujuk promosi merupakan suatu proses komunikasi dari penyampaian amanat atau berita tentang produk/barang atau jasa dari penjual kepada para pembeli potensial (konsumen).
2. Tujuan Promosi Perpustakaan
Ada beberapa tujuan promosi perpustakaan diantaranya adalah
 Memperkenalkan fungsi perpustakaan kepada masyarakat pemakai
 Meningkatkan minat baca dan mendorrong masyarakat agar menggunakan koleksi perpustakaan semaksimal mungkin
 Memperkenalakan pelayan dan jasa perpustakaan dan masyarakat
 Memberikan kesadaran kepada masyarakat akan adanya perpustakaan.
3. Unsur-Unsur Promosi
 Attention (perhatian)
 Attention (perhatian)
 Desire (keinginan)
 Satisfy ( kepuasan)
 Satisfy ( kepuasan)



DAFTAR PUSTAKA
http://yuni_yuven.blog.undip.ac.id/tag/promosi-perpustakaan/
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/06/promosi-pengertian-dan-tujuannya.htm
Badollahi Mustafa.Promosi Jasa Perpustakaan.Jakarta,1996

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS